Ini Dia, Manfaat Puasa bagi Penderita Hipertensi!

Bulan Ramadan adalah momen yang dinanti-nanti umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa sebulan penuh dan memperkuat keimanan. Menikmati momen berbuka puasa dan sahur bersama keluarga, menjalankan tarawih, serta mendapatkan pahalanya.

Namun, bisakah penderita hipertensi menjalankan ibadah puasa seperti orang-orang lain? Tentu saja bisa, asalkan tidak sedang mengalami komplikasi penyakit dan masalah kesehatan yang serius. Bahkan, puasa memberi banyak manfaat kepada penderita hipertensi. Apa saja manfaat puasa bagi penderita hipertensi?

Pada umumnya, seseorang dikatakan memiliki tekanan darah normal jika berkisar di antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg. Namun, jika terjadi peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg, maka bisa dikatakan ia mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi. 

Tekanan darah sendiri merupakan kekuatan dari sirkulasi darah terhadap dinding arteri tubuh, yang merupakan pembuluh darah utama. Semakin resisten pembuluh darah dan semakin intens jantung bekerja, semakin tinggi tekanan darah.

Puasa Dapat Mengurangi Risiko Hipertensi

Menurut ‘Journal of Hypertension’, puasa memiliki efek positif dalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Penurunan ini berdampak pada pengurangan beban kerja jantung dan risiko pengembangan hipertensi, yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung.

Selain itu, studi LORANS (London Ramadan Study), yang dilakukan oleh peneliti dari Imperial College London, menemukan tekanan darah sistolik dan diastolik setelah puasa Ramadan berkurang sebesar 95%. 

Manfaat puasa lainnya bagi penderita hipertensi adalah 

  1. Mengurangi Kolesterol Tubuh

    Puasa membantu mencegah penumpukan kolesterol dalam pembuluh darah, yang berpotensi memicu peningkatan tekanan darah.  
  1. Menjaga Berat Badan

    Obesitas adalah salah satu faktor risiko yang dapat membuat tekanan darah sulit terkendali. Selama berpuasa kita cenderung mengontrol pola makan dan asupan kalori dalam tubuh, sehingga mengurangi risiko obesitas. 
  1. Menjaga Tekanan Darah Tetap Stabil

    Selain menjaga pola makan, kita cenderung menahan emosi saat berpuasa, sehingga tubuh akan mengurangi produksi hormon yang terkait dengan rasa cemas dan emosi, yang dapat meningkatkan tekanan darah.
  1. Detoksifikasi

    Saat menjalankan puasa, sel-sel dalam tubuh melakukan proses pembuangan racun dan zat-zat yang diperlukan dalam tubuh, sehingga membuat aliran darah lebih lancar.

 

sumber : https://ayosehat.kemkes.go.id diakses tanggal 13/03/2025